🎓Orangtua, Arsitek Pemimpin Bangsa “Orangtua adalah arsitek pemimpin bangsa, lemah…

🎓Orangtua, Arsitek Pemimpin Bangsa

“Orangtua adalah arsitek pemimpin bangsa, lemah kuatnya pemimpin bangsa dipengaruhi oleh lemah kuatnya keluarga”

Ungkapan ini sungguh tidak berlebihan dan sewajarnya ada dalam benak setiap orang tua. Tidak cukup kita hanya mengeluhkan pemimpin saat ini yang semakin ‘kurang ajar’ dan selalu mengecewakan. Perlu langkah konkrit dan strategis untuk memperbaiki keadaan, meski hasilnya belum bisa kita sendiri merasakan. Para pemimpin bangsa akan selalu jauh dari harapan jika keluarga-keluarga mayoritas masih berantakan. Keluarga adalah miniatur bangsa, keluarga adalah sarana belajar bagi generasi penerus bangsa yang sesungguhnya.

OBK, orang tua ‘Berkemampuan’ Khusus bukan orang tua ‘Berkebutuhan’ Khusus

Orang tua Berkemampuan Khusus adalah para orang tua yang memiliki kesadaran dan kesabaran dalam membimbing anak-anaknya menuju kesuksesan, meski anak-anaknya penuh dengan ‘hambatan dan kebutuhan’. Sedangkan Orang tua Berkebutuhan Khusus adalah para orang tua yang ‘miskin’ kesadaran dan kesabaran dalam mendidik anak-anaknya. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang bersikeras bertahan dalam ‘kemiskinan’ tersebut. Sehingga menjadikan anak-anak yang berkebutuhan khusus (ABK) semakin termarginalkan dan anak-anak ‘normal’ semakin kehilangan peran. Kesadaran dilandasi tingkat pengetahuan/wawasan, kesabaran dilandasi kadar keimanan.

Langkah Konkrit Menjadi Orang tua Berkemampuan Khusus:

1) Jujur menilai diri.
Sejauh mana kita mengenali kecenderungan pola asuh dan tingkat efektifitasnya terhadap perkembangan pribadi dan potensi anak.
2) Terbuka dan mau belajar.
Kamar yang selalu tertutup tidak akan mengalamai sirkulasi udara, udara tidak sehat terus mengendap dan udara sehat tak bisa masuk. Demikian juga dengan diri kita. Keburukan tak kan berkurang bahkan terus bertambah, kebaikan takkan datang manakala kita menutup diri dan tak mau belajar.
3) Mengenali dengan baik karakter anak yang berbeda-beda dengan masing-masing kebutuhannya.
4) Membangun dan mengevaluasi efektifitas komunikasi tanpa henti.
5) Menginspirasi dan Mengajak seluruh anggota keluarga untuk kompak dalam taat aturan Sang ilahi.

Mari bersama kita jadikan rumah tangga kita sebagai wadah lahirnya calon pemimpin masa depan…!!!

👳 Oleh: Ustadz Masyhuri Az Zauji

Posted by | View Post | View Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *