πŸ“œ THIBBUNNABAWY πŸ“‘ PENTINGNYA DOSIS ====================== Dalam Shohih Bukhari dan…

πŸ“œ THIBBUNNABAWY

πŸ“‘ PENTINGNYA DOSIS

======================
Dalam Shohih Bukhari dan muslim disebutkan sebuah hadits dari abul mutawakkil, dari abu said alkhudry, ada seorang laki2 datang menemui NABI shollallahu alaihi wassalam . Lelaki itu mengadu “saudaraku terserang penyakit perut melilit” maka beliau bersabda
“Minumkanlah ia madu” , lelaki itupun pulang kerumah, tak lama iapun kembali lagi dan berkata “sudah kuminumkan madu tetapi belum juga sembuh”.

Dalam riwayat lainnya di kisahkan “… bahkan penyakitnya semakin bertambah.”
Demikian dikisahkan bahwa dia mengatakan dua atau tiga kali. Setiap kembali Rasulullah shollallahu alaihi wassalam bersabda ” Minumkanlah ia MADU” pada kesempatan ke tiga atau keempat beliau menambahkan ” sungguh Maha Benar Allah, dan sungguh perut saudaramu yang berdusta”

(BUKHARI 5684, 5716), (MUSLIM 2218)

Faidah hadits
======================
βž– pentingnya dosis di dalam therapy penyakit.
βž– perintah mengkonsumsi madu secara berulang ulang mengandung rahasia medis yang menakjubkan.
βž– OBAT harus di konsumsi dengan dosis dan kuantitas yang tepat. Sesuai dengan penyakit yang di derita seseorang. Kalau dosisnya kurang maka tidak akan menghilangkan penyakit secara keseluruhan.
βž– Nabi shollallahu alaihi wassalam memerintahkan lelaki tadi untuk meminumkan madu kepada saudaranya yang sakit dengan dosis yang sesuai.
βž– ketika lelaki itu mengkhabarkan saudaranya masih dalm keadaan sakit maka Nabi shollallahu alaihi wassalam mengerti bahwa dosis yang diberikan memang belum cukup.
Setelah beliau menekankan untuk terus menambah dosisnya sehingga mencapai dosis yang sesuai dengan kebutuhan penyakit tersebut.
βž– ketika obat tersebut di Minumkan berulang ulang dengan izin Allah penyakit tersebut sembuh.
βž– pengenalan terhadap dosis obat, cara mengkonsumsi,kadar berat ringannya penyakit adalah “KUNCI THERAPY” yang ampuh.
βž–ucapan NABI shollallahu alaihi wassalam ” sungguh Maha Benar Allah , dan sungguh perut saudaramulah yang berdusta” mengisyaratkan bahwa obat tersebut sangat Manjur, tetapi karena perutnya yang bermasalah. Terlalu banyak toksin, sehingga harus berulang ulang.
βž– kedokteran NABI shollallahu alaihi wassalam memang berbeda dengan kedokteran medis pada umumnya.
βž– kedokteran NABI shollallahu alaihi wassalam bersifat pasti absolut BENAR. Karena berdasarkan wahyu ILAHI. sementara kedokteran lainnya berdasarkan perkiraan eksperimen belaka.
βž–kebanyakan orang tidak mampu memanfaatkan kedokteran ala NABI shollallahu alaihi wassalam. Penyebabnya adalah tidak adanya keimanan dan keyakinan di dalam hatinya kepada Allah azzawajalla.

Allahu’alam bishowab

βœ’Amr bin suroif

Posted by | View Post | View Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *