Dalam sebuah pernikahan terdapat sebuah mahar yang diberikan oleh pengantin…

Dalam sebuah pernikahan terdapat sebuah mahar yang diberikan oleh pengantin laki – laki kepada pengantin wanita. Di Indonesia mahar biasa disebut mas kawin. Besarnya sebuah mahar tidak dibatasi, namun yang paling disarankan adalah yang paling ringan maharnya.

Seperti yang disebutkan dari kutipan Hadist berikut : Rasulullah SAW bersabda, “Wanita yang paling agung berkahnya adalah yang paling ringan maharnya.” (HR. Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi)

Dewasa ini, masih saja terjadi ketimpangan mengenai masalah mahar. Tidak jarang, para orang tua pihak wanita menuntut mahar yang besar. Terkadang dengan alasan sebuah tradisi, permintaan mahar yang besar akhirnya memberatkan bagi pihak calon laki-laki. Inilah kesalahan memaknai arti kata mahar. Padahal, islam sendiri memudahkan dalam persoalan mahar, bukan?

Kemapanan seorang laki-laki bukan diukur dari seberapa besar maharnya namun seberapa besar ia berusaha. Seorang yang mapan dalam hal kecerdasan tentu bisa dengan mudah mencari harta. Ia tahu betul bahwa semua itu akan didapat dengan jalan berusaha, do’a dan istiqomah dijalan-Nya.

Sebaik – baiknya mahar adalah yang ringan dan sebaik – baiknya wanita adalah yang mudah dilamar serta ringan maharnya. Maka dari itu, sahabat muslimah yang akan melangsungkan pernikahan mintalah mahar yang mudah dan sekiranya mampu diberikan oleh calon suami.

Hmm, kira – kira apa mahar yang akan sahabat muslimah minta ya?

Keep syar’i n inspiring
@Muslimah_talk

Posted by | View Post | View Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *