# Karena Cinta Butuh Pengorbanan -Pengorban sejati untuk membuktikan cinta…

# Karena Cinta Butuh Pengorbanan

-Pengorban sejati untuk membuktikan cinta adalah berusaha benar-benar menghalalkan dengan aqad yang sah

-Secara jantan menemui bapaknya, menabung harta secukupnya untuk bekal, tak lupa bekal ilmu

-Bukan “pengorbanan semu” dengam sekedar kata-kata romantis atau coklat atau bunga sekuntum

-Tanpa pengorbanan cinta hanya sekedar klaim atau bertepuk sebelah tangan

Karenanya ulama berkata “Yang penting bagaimana Allah mencintai kita”

Karena kalau ditanya “semua muslim pasti cinta Allah”

Tapi apa pengorbanannya?

Begitu juga cinta Rasul, Al-Quran dan lainnya, butuh pengorbanan

KARENA PENGORBANAN ADALAH PEMBUKTIAN CINTA

_____________________________

Kalau ngomong Masalah cinta, maka gak akan habis dibahas, hanya episode yang berulang dari awal zaman hingga saat ini, kisah atau sandiwara yang berulang-berulang dengan

Bagaimana Qabil membunuh Habil,

Julius Caesar yang konon bertekuk mengharap cinta Cleopatra

Unta nabi Shalih yang terbunuh, Nabi Yusuf yang kuat melawan godaan cinta terlarang

Julio dan romiet yang konon bunuh dari bersama, harapannya ruh memadu kasih di surga karena di dunia hendak dipisahkan

Bagaimana Sitinurbaya yang terpaksa mencintai

lalila Majnun, wah banyak sekali…

Tetapi Cinta yang mana butuh pengorbanan? Semua cinta butuh pengorbanan,

ternyata cinta bukan saja dimonopoli oleh sejoli

Karena cinta ada dua macam

1. Cinta ibadah

Yaitu Cinta kepada Allah dan karena.memgharap conta dan Ridha Allah

Kenapa nongkrong masjid? Krna senang dan cinta, padahal masih bisa ningkrong tempat lain

sekedar perasaan dan ada kecendrungan hati kepada Allah itulah cinta ibadah

Kenapa pilih bangun rumah di sini, karena tetangga dan lingkungannya adalah mereka yang cinta Allah

وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ

“Tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu.”(QS. Al-Hujurat: 7)

Pembahasan lanjutan: mahabbah/cinta fillah, cinta lillah, cinta ma’allah (ini tidak boleh),

2. Cinta thabi’i /tabiat

Allah Ta’ala befirman,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).(QS. Ali Imran: 14-15)

Pengertian cinta?

Begitu banyak manusia yang mencoba mendefinisikan cinta, mencoba menguak misteri cinta, mencoba membuka tabir pengertian cinta dan mencoba meraba-raba apa yang tersembunyi di balik cinta dan mencoba memberikan arti pasti mengenai cinta. Namun sampai sekarang manusia belum mampu mendefiniskan cinta secara pasti dan jelas serta mewakili semua perasaan manusia yang pernah merasakan atau sedikit mencicipi cinta.

Hal ini telah dikemukan oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullahu, ulama pakar hati, beliau berkata:

لَا تُحَدُّ الْمَحَبَّةُ بِحَدٍّ أَوْضَحَ مِنْهَا. فَالْحُدُودُ لَا تَزِيدُهَا إِلَّا خَفَاءً وَجَفَاءً. فَحَدُّهَا وُجُودُهَا. وَلَا تُوصَفُ الْمَحَبَّةُ بِوَصْفٍ أَظْهَرَ مِنَ الْمَحَبَّةِ

“Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan semakin kabur, definisinya adalah keberadaan cinta itu sendiri. Cinta tidak bisa digambarkan dengan gambaran yang lebih jelas dari perasaan cinta tersebut”. (Madarijus Salikin 3/11, Darul kitab Al-Arabi, Beirut, cetakan ketiga, Asy-Syamilah)

Jadi, biarlah cinta itu dirasakan oleh yang ingin merasakannya, karena definisinya tergantung orang yang merasakan dan gambarannya tergantung orang yang mampu menggambarkannya. Namun, tidak ada salahnya kalau kita melihat apa saja definisi cinta yang telah didefinisikan oleh orang-orang yang berusaha menyelami makna cinta.

Adanya yang mendefinisikan cinta dengan ungkapan:

من أحب أكثر من ذكره

“Barangsiapa yang mencitai, pasti akan banyak menyebut-nyebut/mengingat”

Cinta dan ibadah adalah pengorbanan

Tentu butuh pengorbanan, cinta sejoli saja menuntur pengorbanan.. gunung kudaki, laut kusebrangi, masjid kulewati… (eh ini bisa cinta palsu). Lewat pintu belakang bagi penakiut hanya lewat perhatian semu atau bunga yang segera layu atau jantan menghadapi bapaknya.

Pengorbanan adalah pembuktian cinta

Contohnnya Ibadah haji yang mulia, mengumpulkan semua pengorbanan. Jika shalat mengorbankan energi badan, zakat mengorbankan harta, puasa mengorbankan menahan syahwat, maka haji mengumpulkan semuanya, energi, harta dan menahan syahwat larangan ihram

Misalnya jika ada yang tidak pernah berkurban idul adha seumur hidup

-Masa’ tidak pernah qurban? Padahal Allah berfirman,

قل إن صلاتي و نسكي و محياي و مماتي لله رب العالمين

“Berkata olehmu, wahai Rasulullah, bahwasannya sembahyangku, dan SEMBELIHAN /QURBAN aku, dan hidupku, dan matiku, tertentu semuanya bagi Allah Ta’ala yang menjadikan segala alam.’

Tanpa pengorbanan cinta hanya sekedar klaim atau bertepuk sebelah tangan

Karenanya ulama berkata “Yang penting bagaimana Allah mencintai kita”

Karena kalau ditanya “semua muslim pasti cinta Allah”

Tapi apa pengorbanannya?

Begitu juga cinta Rasul, Al-Quran dan lainnya, butuh pengorbanan

KARENA PENGORBANAN ADALAH PEMBUKTIAN CINTA

Demikian semoga bermanfaat

@Laboratorium Klinik RSUP DR Sardjito, Yogyakarta tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Posted by | View Post | View Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *