“Karena Menikah Itu…” Ketika kakiku melangkah pulang menuju rumah, rasanya…

“Karena Menikah Itu…”

Ketika kakiku melangkah pulang menuju rumah, rasanya terngiang-ngiang di pikiranku tentang perbincangan singkat selepas mabit.
Pembicaraan yang sensitif dikalangan akhwat, memang.
Ya, menikah. Sebelum pulang mabit saya dan teman-teman berbincang sedikit tentang menikah.

Ketika berbincang saya teringat wejangan pembina bahwa kita sebagai umat muslim dilarang Allah untuk mendekati zina. Tidak dibolehkan mendekati zina walaupun jarak khitbah dengan ‘calon’ sangatlah dekat, karena kita tidak tau kapan maut menjemput :” bisa saja sedetik setelah melakukan zina, atau bahkan ketika melakukan zina. Astaghfirullah…

Kemudian saya teringat murabbi saya pernah bicara bahwasannya menikah bukan sekedar adanya cinta, bukan sekedar menyatukan 2 insan, dan bukan sekedar meleburnya 2 keluarga.
Tapi menikah adalah tentang peradaban,
tentang jalan dakwah, dan tentang cinta kepada Allah.
Cinta karena makhluk mungkin dapat hilang suatu saat,
Tapi cinta kepada Allah tak akan sirna.
Ada baiknya kita perbaiki cinta kita kepada Allah,
Tingkatkan iman kita kepada Allah,
Sebelum akhirnya hati kita jatuh pada makhluk-Nya.
Agar Allah senantiasa meridhoi pernikahan kita.

Saat menikah tentunya akan terjadi penyatuan 2 insan yang berbeda latar belakang, sosial – ekonomu maupun budaya. Tapi bukan itu permasalahan atau alasan dari menikah.
Ketika aku dan kamu menjadi satu keluarga,
Akan terlahir peradaban negeri ini.
Maka, menikah adalah tentang peradaban,
tentang negeri ini pada masa depan.
Tentang bagaimana kita mendidik anak-anak kita,
Tentang bagaimana kita menjaga anak-anak kita,
Dan tentang kejayaan islam di tangan-tangan anak kita.
Mungkin saja akan lahir Muhammad Al-Fatih lainnya dari ikatan pernikahan kita.

Ketika proses ta’aruf yang akan dibahas bukan hanya keluarga kamu dan dia, bukan hobi kamu dan dia.
Tapi tentang jalan dakwah kita kedepannya,
Akan kemana keluarga ini berdakwah dan menjayakan Islam?
Akan seperti apa keluarga ini mensyi’arkan agama Islam?
Itulah pembahasan sesungguhnya…
Karena menikah memang bukan karena cinta dan nafsu belaka
Menikah adalah tentang peradaban,
Peradaban Islam pada masa depan.
Tentang persiapan kita untuk melahirkan mujahid-mujahid tangguh.

Bekasi, 26 September 2015
Keep syar’i n inspiring
@Muslimah_talk

Posted by | View Post | View Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *