Ketika Singa Padang Pasir Berurai Air Mata

image

Ketika Singa Padang Pasir Berurai Air Mata

Sahabat, pernah membaca kisah salah satu sahabat Nabi yang gagah dan dikenal sebagai pemberani, Umar bin Khattab ra? Beliau adalah sosok yang disegani baik oleh kawan maupun lawan.

Bahkan konon dalam sebuah riwayat, syaithan pun amat segan sehingga kalau Umar melewati sebuah jalan maka syaithan Akan menghindar dan lebih memilih jalan lain.

Terlepas dari kebenaran riwayat tersebut, yang jelas sosok khalifah Umar bin Khattab adalah salah satu sosok yg patut menjadi teladan bagi kita umat muslim.

Nah, Sahabat Umar bin Khattab yg begitu perkasa, gagah berani, kuat, bermental baja, ditakuti para musuh Allah ternyata ada suatu peristiwa yg membuat beliau berurai air mata (menangis). Peristiwa apakah gerangan?

Suatu saat, Umar minta izin untuk menemui Rasulullah kemudian beliau mendapati Rasulullah sedang berbaring di atas tikar yang sangat kasar dengan Sebagian tubuh beliau berada di atas tanah. Rasul mulia tersebut hanya berbantal pelepah kurma yang keras. Subhanallaah, sangat jauh sekali bukan dengan kita yang tidur di kasur empuk macam springbed atau kasur busa yang nyaman, berbantal bulu angsa 🙁 tidur sampai berjam-jam saking nyamannya kadang malas bangun.

Lantas Umar mengucapkan Salam dan duduk di dekat Rasulullah. Perlahan, mata Umar mulai memerah. Dan tanpa dapat dibendung, bulir bening mulai berjatuhan dan semakin deras.

Rasul pun bertanya, “mengapa engkau menangis ya Umar?”

Umar menjawab, “bagaimana aku tidak menangis. Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh Engkau ya Rasulullah padahal engkau ini Nabiyullah dan kekasihNya. Kekayaanmu hanya yang aku lihat sekarang ini. Sedangkan Kisra dan Kaisar duduk di singgasana emas dan berbantalkan sutera”

Nabi berkata, ” mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga; sebuah kesenangan yang Akan cepat berakhir. Kita adalah kaum yg menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang yang bepergian pada musim panas. Ia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian berangkat dan meninggalkannya.”

Posted by | View Post | View Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *