Malaikat Maut dan Nabi Sulaiman. Ada seorang sedang duduk bersama…

Malaikat Maut dan Nabi Sulaiman.

Ada seorang sedang duduk bersama Nabi Sulaiman As. Tiba-tiba ada tamu yang masuk, lalu pandangan matanya terpaku kepada teman Nabi Sulaiman itu.
Ketika tamu itu keluar, ia bertanya, “Wahai Nabi Allah, siapakah orang yang datang menemui Anda tadi?” Beliau menjawab, “Dia adalah Malaikat Maut.” Ia berkata, “Wahai Nabiyullah, saya lihat dia terus menatap tajam ke arahku. Jangan-jangan, dia hendak mencabut nyawaku.” “Lantas apa rencanamu?”
Ia menjawab, “Wahai Nabi, aku mohon agar Anda sudi memerintahkan angin untuk membawaku ke pulau seberang lautan yang paling jauh.” Lalu Allah mewahyukan pada Nabi Sulaiman untuk melakukannya, lalu beliau memerintahkan angin. Dan angin pun membawa orang itu ke tempat yang ia kehendaki.
Belum lama ia di tempat itu, Malaikat Maut pun datang dan langsung mencabut nyawanya. Kemudian Malaikat Maut kembali mendatangi Sulaiman.
Nabi Sulaiman bertanya, “Saya perhatikan tadi kamu memelototi temanku?” Malaikat menjawab, “Ya, karena aku tadi heran terhadapnya. (Mengapa ia masih bersamamu di sini?) Sedangkan aku diperintahkan untuk mencabut nyawanya di negeri Hindia yang paling jauh. Ketika aku keluar, lalu aku diperintah ‘Cabutlah nyawanya, karena ia sudah di tempatnya’, lalu aku mendatanginya, dan ternyata ia sudah berada di tempat dimana aku diperintahkan untuk mencabut nyawanya, lalu aku cabut nyawanya.” (Al-Aqibah fii Dzikril Maut 1/42, Abdul Haq as-Syibli. Disadur dari buletin al-Qalam)

Keep syar’I n inspiring
@Muslimah_talk

Posted by | View Post | View Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *