Ma’rifat

Allah

Ma’rifat menurut bahasa berarti mengetahui atau mengenal. Pengertian tersebut bisa diperluas lagi menjadi cara mengetahui atau mengenal Allah melalui tanda-tanda kekuasaanNya. Sebab dengan hanya memperhatikan tanda-tanda kekuasaanNya kita bisa mengetahui akan keberadaan dan kebesaran Allah SWT.

Kita tentu yakin dan faham betul kan dear, bahwasanya tak ada satu makhluk pun walau sekecil atau sebesar apapun yang ada dengan sendirinya. Semuanya itu pasti ada yang menciptakan. Dan siapa lagi yang menciptakan segala macam makhluk tersebut kalau bukan Allah SWT.

Siapa yang tak mengenal Allah lewat tanda-tanda kekuasaanNya, ia adalah sebuta-buta manusia. Bukan buta matanya, akan tetapi buta hatinya.

Menurut imam Al Ghozali sebagaimana ditulis dalam kitab ihya ‘ulumuddin, disitu disebutkan bahwa ada empat hal yang harus dikenal dan kemudian. Dipelajari oleh seseorang yang berma’rifat kepada Allah, keempat hal tersebut adalah :
1. Mengenal siapa dirinya
2. Mengenal siapa Tuhannya
3. Mengenal dunianya
4. Mengenal akhiratnya

Salah satu tanda orang yang berma’rifat kepada Allah adalah, bahwa ia senantiasa bersandar dan berserah diri kepada Allah semata. Apapun yang telah dan akan terjadi pada dirinya, selalu diterima dengan baik.

Apabila mendapat kenikmatan ia bersyukur, ketika mendapat musibah, ia bersabar. Orang yang demikian ini percaya, bahwa semua datangnya dari Allah untuk kebaikan dirinya. Sebab tidak ada sesuatu pun yang terjadi di dunia ini, kecuali ada manfaat atau hikmah di balik peristiwa tersebut.

Dia pun selalu mencari jalan untuk lebih mendekatkan diri kepadaNya guna mendapat pertolongan, perlindungan dan karuniaNya. Sedang apapun yang dapat menghalangi jalannya untuk bertaqorrub kepada Allah, ia singkirkan jauh-jauh dari lubuk hatinya.

Posted by | View Post | View Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *