Mencium suami, batalkah wudhu’?

wudhu

Wudhu’ menurut bahasa berarti bersih dan indah, sedangkan menurut istilah (syariah islam) artinya menggunakan air pada anggota badan tertentu dengan cara tertentu yang dimulai dengan niat guna menghilangkan hadast kecil.

Wudhu merupakan salah satu syarat sahnya sholat, orang muslim yang akan melaksanakan sholat, diwajibkan berwudhu lebih dulu, tanpa wudhu sholatnya tidak sah.

Bagaimana hukum bersentuhan atau berciuman antara suami istri, apakah membatalkan wudhu’? Mari simak pembahasan berikut,

Apabila seorang suami menyentuh istrinya atau sebaliknya istri menyentuh suaminya tanpa adanya penghalang, hal itu tidak membatalkan wudhu.

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari ‘Aisyah, bahwa Rasulullah pernah menciumnya, sedang beliau dalam keadaan berpuasa seraya bersabda :

“Bahwa sesungguhnya ciuman itu tidak membatalkan wudhu’ dan puasa.”
(HR Al-Bazzar dengan sanad jayyid)

Masih dari Bunda ‘Aisyah Radhiyallahu Anha, beliau menceritakan :

“Bahwa Nabi pernah mencium salah seorang istrinya, kemudian Nabi berangkat untuk menunaikan shalat dan tidak berwudhu’ lagi.”
(HR Ahmad dan Arba’ah, dimana para perawi hadist ini tsiqat),

Adapun sentuhan yang disertai dengan syahwat dapat membatalkan wudhu’. Hal ini didasarkan pada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh imam Malik dalam kitabnya Al-Muwattha’ dari Ibnu Umar :

“Mengenai ciuman seorang suami kepada istrinya dan rabaan tangannya dikategorikan sebagai hukum bersentuhan, Jadi barangsiapa mencium istrinya atau merabanya (dengan syahwat) maka ia harus berwudhu’ kembali.”
(HR Malik)

Oleh karena itu, apabila seorang istri menyentuh atau mencium suaminya yang disertai syahwat maka wudhunya menjadi batal. Dan diwajibkan untuk berwudhu’ kembali.

Wallahu a’lam bishawab

Posted by | View Post | View Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *