Menunggu itu membuat jemu, Kesabaran senantiasa dipermainkan oleh waktu, Harapan…

Menunggu itu membuat jemu,
Kesabaran senantiasa dipermainkan oleh waktu,
Harapan tertuju pada orang satu,
Namun pada akhirnya hati merapuh.

Hilanglah penantian,
Seakan bertanya kapan,
Berakhirnya kehampaan jiwa yang ingin digenapkan.

Allah menjawab dengan sempurna, (Ibrahim berdoa): “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku Hikmah (agar aku menjadi orang yang bijaksana) dan pertemukanlah aku dengan orang-orang yang shaleh” (QS. Asy. Syura: 83). .
.
.
Itu sudah bukti nyata,
Bahwa perkara jodoh yang sudah dituliskan oleh-Nya,
Pasti akan sampai pada kita tepat pada waktu-Nya.

1. Berdoa,
Bukan hal asing untuk kita lakukan,
Rendahkan diri untuk mendapat ketenangan,
Ungkapkan segala pengharapan,
Keluhkan segala pesakitan,
Allah pasti kan dengarkan.

2. Berusaha,
Hasil tak kan khianati pengusahanya,
Saat diri sekuat tenaga menjaga,
Berteman dengan kawan yang selalu mengingatkan pada-Nya,
Sekuat jiwa menahan nafsu belaka,
Bersabar tanpa batas.
Allah pasti menyaksikan.

3. Bercermin,
Sebaik-baiknya kemuliaan diri,
Adalah saat menyadari kekurangan diri,
Kemudian sempurnakan dengan memperbaiki,
Amati kelemahan yang menodai hati,
Jangan biarkan ia menutupi harapan mimpi,
Terus berusaha membenahi,
Allah pasti akan beri yang terbaik.

Jangan berhenti berhusnudzon pada-Nya,
Karena susunan rencana hidup kita,
Tak kan menjadi apa-apa,
Jika Allah sudah berkendak dengan kebesaran-Nya.

Sebaik-baiknya pengenal diri ini,
Hanyalah Sang Pencipta kesempurnaan diri,
Maka Allah juga lah paling pantas memilihkan,
Jangan dicampuri dengan cara yang tak dihalalkan.
.
by @ayumdaigo

Keep syar’i n inspiring
@Muslimah_talk

Posted by | View Post | View Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *