Merajut Benang Ukhuwah

ukhuwah

Di tengah semangat pecah-belah yang dihembuskan orang-orang yang memusuhi Islam, ukhuwah Islamiyah menjadi sangat penting dear. Bagaimana bentuk ukhuwah dan apa syaratnya? DR. Abdul Halim Mahmud dalam bukunya “Merajut Benang Ukhuwah Islamiyah” merinci satu persatu permasalahan itu, sebagai berikut, simak yuk dear ^^

1. Ta’aruf , Kata ta’aruf berarti saling mengenal. Misalnya ada kalimat ta’araftu ila Fulan artinya: saya memperkenalkan diri kepada si Fulan. Di sini dimaksudkan, hendaknya seorang Muslim mengenal saudaranya yang seiman, menyangkut nama, nasabnya dan status sosialnya. Di samping itu, kenalilah juga apa yang ,disukai dan yang tidak disukainya. Mengenal secara baik karakteristik saudara kita, akan menjadi kunci pembuka hati persaudaraan.

2. Ta’aluf , Kandungan makna Ta’aluf adalah: menyatunya seorang Muslim dengan saudaranya sesama Muslim. Bahwa semangat bersatu kepada saudara seiman dan seakidah hendaknya menjadi jiwa Muslim.

Rasulullah bersabda,”Orang mukmin itu mudah disatukan. Tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak bisa menyatu dan tidak bisa mempersatukan.” (HR.Imam Ahmad)

3. Tafahum, Syarat ukhuwah selanjutnya adalah tafahum, yakni sikap saling memahami antara seorang Muslim dengan saudaranya sesama Muslim, dengan menciptakan kesepahaman dalam prinsip-prinsip pokok ajaran Islam (ushuluddin), lalu hal-hal yang berkaitan dengan masalah cabang (furu’iyyah). Kita diperingatkan oleh Allah SWT agat tidak saling berbantah-bantahan.
“Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya serta janganlah berbantah-bantahan yang akan mengakiibatkan kalian menjadi gentar dan hilang kekuatan kalian.” (QS.Al-Anfal:46)

4. Ri’ayah dan Tafaqud adalah sikap respek seorang Muslim dengan yang lainnya. Bila saudaranya membutuhkan bantuan, maka tanpa dimintanya segera bergegas memberikan bantuannya sesuai dengan kemampuannya. Termasuk dalam pengertian ri’ayah dan tafaqud adalah menutupi aibnya, serta berusaha menghilangkan rasa cemasnya.

5. Ta’awun
Ta’awun berarti saling membantu. Maksudnya, Allah SWT memerintahkan kita untuk saling membantu melaksanakan kebaikan (al-birr), dan meninggalkan kemunkaran(at-taqwa). Dengan ber-ta’awun yakni memberi petunjuk kepada saorang Muslim untuk mendapatkan ridha Allah, serta melakukan amal sholeh lebih berharga dari pada memperoleh suatu yang sangat istimewa.
Rasulullah Saw bersabda, “Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada seseorang karena dakwah yang kau sampaikan kepadanya, sungguh hal itu lebih baik bagimu daripada unta merah..” (HR.Abu Dawud)

6. Tanashur
Langkah ukhuwah yang terakhir ini adalah sejenis dengan ta’awun. Hanya pengertian tanashur lebih mendalam dan lebih luas lagi, bahkan di sana menggambarkan semangat cinta dan loyalitas.
Tanashur memiliki makna:
-Tidak menjerumuskan saudaranya kepada sesuatu yang buruk
-Mencegah sudaranya agar tidak tergelincir dalam tindak dosa dan kejahatan
-Menolongnya menghadapi setiap orang yang menghalanginya dari jalan kebenaran, hidayah dan dakwah
-memberikan pertolongan kepada orang yang dizhalimi maupun yang menzhalimi(mencegah perbuatan zhalim) tersebut.
Waallahu’Alam bissawwab

Posted by | View Post | View Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *