Mihrob Taat

Salman memang sudah waktunya menikah, seorang anshor yang dikenal sebagai seorang mukminah lagi sholehah telah

mengambil tempat di hatinya , tentu saja bukan sebagai pacar ataupun kekasih sesaat, tapi sebagai pilihan dan pilahan yang dirasa tepat, pilihan menurut perasaan yang
halus juga ruh yang suci.

Maka disampaikanlah gelagak hati salman kepada
saudara anshor
Yaitu Abu Darda’ namanya
Subhanallah, wal hamdulillah girang abu
Darda’ ketika mendengar penuturan salman
itu, maka beriringlah kedua sahabat tersebut
menuju sebuah rumah dipenjuru tanah kota
madinah, rumah dari seorang yang sholihah
lagi bertaqwa.
“Saya datang untuk mewakili saudara saya
ini melamar putri Anda untuk dipersunting”,
Fasih Abu darda’ bicara dalam logat
Madinah paling halus dan paling murni.

Sontak dijawab pinangan tersebut oleh tuan rumah…..
apakah langsung diterima, atau adakah
penolakan, ?????
“adalah kehormatan bagi kami bertamukan
anda berdua shahabat Rosullullah yang
mulia datang kerumah kami, dan adalah
suatu kehormatan bagi keluarga kami
bermenantukan seorang shahabat
Rosulullah yang utama, Tapi hak jawab kami
serahkan sepenuhnya kepada yang akan
menjalani, yaitu putri kami,
tuan rumah memberikan isyarat kearah hijab
yang di belakangnnya sang puteri menanti
dengan segala debar hati…..

“Maafkan kami atas keterusterangan ini” kata suara lembut dibalik hijab

“Kami menolak pinangan salman Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan”

Jelas sudah,, keterusterangan yang
mengejutkan, ironis sekaligus indah, sang puteri lebih tertarik kepada pengantar nya daripada pelamarnya! Itu mengejutkan dan
ironis, tapi Apa reaksi salman ????
bayangkan sebuah perasaan dimana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati, bayangkan Sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan
gelombang kesadaran.

tapi apa yang keluar dari lisan seorang
Salman???apakah marah, mengumpat, atau mencaci ??? tidak wahai kawan tp inilah yang keluar dari lisan para generasi terbaik umat ini…..

“AllahuAkbar! Semua mahar dan nafkah
yang kupersiapkan ini akan aku serahkan kepada Abu Darda’. Dan aku akan menjadi
saksi pernikahan kalian…..”
Sungguh luar biasa akhlak para generasi
terbaik umat ini ketika perasaan,
persaudaraan, dan malu beradu menjadi
satu maka mereka kiblatkan semua dalam
mihrob taat
Tapi coba bandingkan dengan generasi
sekarang, ketika 2 perasaan cinta tumbuh
dalam 1 sasaran ironis memang yang dulu
teman berubah menjadi lawan, yang dulu
bahu membahu menjadi satu dalam heroik
dakwah tp sekarang melihat wajahnya pun
enggan, yang dahulu paling aktif ketika ada
taklim dan pengajian tapi sekarang
kabarnyapun hampir hilang dalam
peradaban Astaqfirullahal’adhim

Oleh : Ust anis mata

Posted by | View Post | View Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *