Muda dan mapan adalah dua hal yang hampir seluruh manusia…

Muda dan mapan adalah dua hal yang hampir seluruh manusia mengimpikannya. Kehidupan yang penuh dengan kecukupan disertai gaji yang besar menjadi daya tarik tersendiri, apalagi hal itu dicapai pada usia yang relatif muda. Maka separuh kebahagiaan dunia sudah didapatkannya.

Kesuksesan yang diraih seorang pemuda dengan berusaha keras, akan membuat bangga keluarganya.

Bangga karena mampu memberikan materi, bangga karena mampu mengangkat derajat keluarga, bangga karena meraih kesuksesan di usia yang kebanyakan orang gagal mencapai posisi itu.
Ingatlah pepatah ” semakin tinggi pohon menjulang langit semakin besar angin menerpannya “.

Analogi ini merupakan hal lumrah dalam kehidupan, jika seseorang sudah pada posisi yang tinggi maka cobaan yang akan merintangi akan semakin besar pula.

Hal itu yang terjadi pada Fulan (samaran) seorang pemuda sukses yang rapuh dalam hidupnya.

Fulan seorang manajer sebuah perusahaan nasional dengan gaji tinggi diusianya yg masih muda. Hidupnya penuh dengan kecukupan untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi dalam perjalanan karirnya akhirnya kalah dengan ujiannya, yakni menjalani hubungan asmara dengan wanita yang jauh diatasnya secara ekonomi. Tak pelak, anggaran untuk gaya hidupnya makin tinggi agar martabat dirinya tetap elit disisi sang kekasih.

Kebutuhannya berbeda 180% dibandingkan dengan hidupnya dahulu. Sekarang lebih sering hidup foya-foya, pergi pesta, minum-minuman, bahkan konsumsi obat-obatan terlarang untuk mengimbangi gaya hidup sang pacar. Sungguh gengsi sudah menjadi reputasi yang harus dijaga walaupun isi kantongnya terkuras habis.

Kehidupan fulan terus berlanjut seperti itu, pada gilirannya gajinya tidak cukup, simpanannya habis sampai hutang untuk keperluan kencannya.

Mulailah, fulan bingung tidak bisa berbuat apa untuk menambah penghasilan, padahal tuntutan keuangan tetap tinggi. Akhirnya, dia berani ikutan dalam bisnis narkoba dan sekaligus menjadi pengedar. Dan dalam menjalani pekerjaan haram tersebut, penderitaan pun datang saat seorang polisi menyamar jadi konsumen dan menangkap basa si fulan.

Sungguh sebuah pukulan besar terhadap dirinya dan lebih-lebih pada keluarganya. Yg dulunya menjadi anak yang dibanggakan, sekarang malah menjadi pesakitan bagi keluarga besarnya.
Kisah hidup seperti fulan ini gampang ditemukan dalam kenyataan kehidupan sekarang.

Dalam posisi yang nyaman dalam pekerjaan, pasti ada cobaan untuk mengusik ketenangan tersebut.

Bila kita kedepankan nafsu, akan kita saksikan kehidupan selanjutnya akan rapuh, mudah terombang-ambing oleh badai kehidupan.

Harusnya kita jangan menjual kenyataan demi kesombongan dan gengsi, belajarlah menumbujkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan kepada kita.

Jangan terlalu memanjakan nafsu, memaksakan kehendak untuk mendapatkan keinginan yang sepatutnya belum tersentuh.

Tuhan telah memberikan bermacam-macam kenikmatan kepada kita, jangan tukar dengan kesengsaraan hanya karena kita bodoh dan lalai.

Keep syar’i n inspiring
@Muslimah_talk

Posted by | View Post | View Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *