Siapkah kita?

image

Oleh: Nur Arsy Amelia/ @AmeliaArsy

Layaknya seorang pengelana bijak, sebelum berangkat berkelana ia pasti akan mempersiapkan segala bekal yang diperlukan dalam perjalanannya. Begitu juga dengan seorang muslim, saat ia akan berkelana melintasi Ramadhan, segala bekal harus dipersiapkan dengan baik”

Seharusnya saya menulis ini kemarin, sebelum hari pertama Bulan Ramadhan dimulai. Berhubung ini karena renungan pertama tentang bekal dan notabenenya segala sesuatu yang berhubungan dengan perbekalan adalah hal pertama yang harus disiapkan sebelum menempuh sebuah perjalanan. Tapi, lebih baik terlambat saya tuliskan daripada tidak sama sekali. Hehe..

Berbicara tentang perbekalan untuk menjalani Bulan Ramadhan, apa yang sudah dipersiapkan? Banyak quote bertebaran “Siapkan diri untuk Bulan Ramadhan” tapi nyatanya kita sendiri masih belum tahu kita harus mempersiapkan apa. Lalu, untuk apa kita mempersiapkan bekal ini?

Mari kita bicara tentang tujuannya dahulu. Jelas, untuk berkelana meniti sebuah perjalanan dengan baik, total, lancar serta bebas hambatan, kita butuh persiapan. Termasuk untuk menjalani hari-hari Bulan Ramadhan. Agar hari-hari di Bulan Ramadhan menjadi penuh akan amal, bukan malah menambah dosa. Perjalanan ini bisa menjadi nyaman serta penuh kekhusyukan. Dan akhirnya bisa menjadikan momen Bulan Ramadhan sebagai momen terindah untuk mendekat kepada Allah. Ah membayangkan saja rasanya sudah indah banget, kan? ^^

Apa yang perlu dipersiapkan?

1. Doa

Ada satu doa yang Rasulullah ajarkan dan sangat baik untuk diamalkan pada Bulan Rajab dan Sya’ban.

“Allahumma baarik lanaa fi rajaba wa sya’baana, wa balighnaa ramadhaana”
“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada ke bulan Ramadhan” (HR. Ahmad dan Tabrani).

Mengawali dengan berdoa agar Allah senantiasa mempertemukan kita lagi dengan Ramadhan. Karena kita tidak pernah tahu sudah seberapa dekat ajal kita. Meskipun Ramadhan telah sampai, tetap saja detik hidup kita sedikit demi sedikit juga berkurang. Bisa saja kita sudah bertemu Ramadhan eh tapi hidup kita berhenti di Ramadhan hari ke-15. Dan tidak sempat lagi bertemu dengan Ramadhan tahun depan.

2. Merancang Agenda

Perlunya merancang agenda biar tahu langkah-langkah kita selama seharian itu. Jadi, waktu tidak berlalu begitu saja, sia-sia. Katanya tujuan Ramadhan biar lebih mendekatkan diri kepada Allah, kan? Bagaimana bisa mencapai tujuan itu kalau prosesnya saja tidak mengarahkan menuju kesana? Ramadhan sangat singkat, maka ayo kita manfaatkan dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat penuh akan amalan-amalan berharga. Usahakan agar tiap detik Ramadhan diisi dengan ketaatan, ilmu bermanfaat, dan mendekatkan diri kepada Allah. Lebih baik waktu luang diisi dengan membaca buku bacaan, membaca Al-Qur’an, dan aktivitas lainnya yang membuat akal kita menampung informasi dan ilmu-ilmu baru.

3. Tobat

Selanjutnya, mari kita bersihkan diri dari dosa sebelum memasuki Bulan Ramadhan. Agar dosa tidak menjadi hijab antara kita dan Allah, sehingga akan menyulitkan proses pendekatan kita kepada Allah. Sering introspeksi diri, merenung tentang apa saja yang kita telah lakukan, dosa apa saja yang sudah dilakukan, sekecil apapun dosa itu, ayo kita bersihkan dengan sholat tobat dan beristighfar. Karena tidak ada dosa kecil jika terus-menerus dilakukan, dan tidak ada dosa besar jika senantiasa ditobati dan disesali. Selain itu, coba cek lagi kedalam diri masing-masing, masih adakah dosa kita terhadap sesama. Adakah orang lain yang sudah kita sakiti hatinya dengan perbuatan dan lisan kita sendiri. Untuk memastikan kita juga bersih dari dosa terhadap sesama, baiknya saling bermaaf-maafan sebelum Ramadhan datang. Memang tidak ada dalil khususnya tapi ada baiknya kalau selain kita bersih dari dosa kepada Allah, juga bersih dari dosa kepada teman-teman kita.

Semoga dengan melakukan persiapan diatas, kita bisa mengoptimalkan detik demi detik Bulan Ramadhan dengan baik, padat amal, serta memasuki Bulan Ramadhan dengan hati jernih. Sudah siapkah kamu?

(Referensi: Buku “Izrail Bilang, Ini Ramadhan Terakhirku” oleh Ahmad Rifa’i Rif’an)

Posted by | View Post | View Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *